Padi biosalin tahan air rob yang ditanam di Kasepuhan Batang siap dipanen bulan ini
Padi biosalin tahan air rob yang ditanam di Kasepuhan Batang siap dipanen bulan ini
BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersiap melangsungkan panen perdana budidaya padi biosalin pada pertengahan September 2026. Inovasi pertanian ini menjadi tonggak bersejarah dalam upaya pemulihan lahan pesisir terdampak banjir rob yang telah bertahun-tahun kehilangan produktivitasnya.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menyoroti pentingnya terobosan ini bagi pemulihan ekonomi masyarakat pesisir di tengah pesatnya industrialisasi daerah.
“Terdapat lebih dari 300 hektare lahan di dua kelurahan yang selama enam tahun terakhir tidak dapat digarap akibat genangan air laut dan tingginya kadar garam di tanah. Ini seperti kotak Pandora karena belum ada solusi nyata bagi petani. Hari ini, saatnya kita mengembalikan harapan itu,” tegas Bupati Batang.
Rincian Pelaksanaan dan Validasi Panen
Proses panen akan dilaksanakan secara bertahap pada lahan seluas total 30 hektare, yang terbagi atas 10 hektare di Desa Depok dan 20 hektare di Kelurahan Kasepuhan. Adapun untuk acara seremonial utama, panen akan dipusatkan di Dukuh Sicepit dengan luas area sekitar 5 hektare.
Guna memastikan validitas dan legalitas data hasil pertanian, Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Dinas Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) akan melaksanakan proses pengubinan pada Rabu, 16 September 2026. Metode ini secara saintifik digunakan untuk memprediksi total hasil panen secara akurat.
Integrasi Minapadi dan Dukungan Infrastruktur
Lebih dari sekadar komoditas padi, kawasan percontohan ini turut menerapkan sistem budidaya terpadu. Bersamaan dengan panen padi biosalin yang toleran terhadap salinitas tinggi, pemerintah dan petani juga akan memanen ikan nila salin dan rumput laut.
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Batang juga akan menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 114 unit pompa air kepada kelompok tani guna mendukung sistem irigasi setempat.
Inovasi Lingkungan Berbasis Riset
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari agenda strategis nasional yang mengusung tema Green Manufacturing.
“Kolaborasi ini menjadi model bagaimana hasil riset diterapkan langsung untuk menjawab tantangan di lapangan, meningkatkan produktivitas usaha tani, dan membuka peluang ekonomi baru,” tuturnya.
Sejalan dengan tema tersebut, rangkaian panen perdana ini juga akan diisi dengan uji coba mesin pirolisis di hanggar Randukuning. Fasilitas yang didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini merupakan inovasi teknologi pengolahan limbah yang mampu mengonversi sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif berjenis solar atau petasol.
Melalui keberhasilan budidaya padi biosalin dan inovasi lingkungan yang terintegrasi ini, Pemkab Batang berharap kawasan pesisir dapat kembali hidup, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.