Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Batang / Berita / Padi Tahan Air Asin Berhasil Ditanam dan Panen di Kabupaten Batang

Berita

Padi Tahan Air Asin Berhasil Ditanam dan Panen di Kabupaten Batang

Padi Tahan Air Asin Berhasil Ditanam dan Panen di Kabupaten Batang

BATANG Dalam upaya mencari solusi atas permasalahan lahan pertanian yang terdampak intrusi air laut (rob), Pemerintah Kabupaten Batang melalui sinergi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Perusahaan Gas Negara (PGN) sukses menggelar seremoni panen raya padi biosalin (mina padi salin). Acara yang berlangsung di Dukuh Sicepit, Kelurahan Kasepuhan ini turut dihadiri secara langsung oleh Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Pertanian.

Panen raya ini menjadi tonggak keberhasilan pemanfaatan inovasi teknologi pertanian di lahan marjinal. Padi biosalin sendiri merupakan varietas padi unggulan yang dikembangkan oleh para peneliti dari BRIN. Varietas ini telah melalui serangkaian uji coba yang komprehensif hingga akhirnya terbukti berhasil diterapkan di wilayah Kabupaten Batang, khususnya di Kelurahan Kasepuhan dan Desa Depok.

Berdasarkan data di lapangan, luas lahan sawah terdampak rob yang saat ini ditanami padi biosalin mencapai total 32,4 hektare. Lahan tersebut terbagi di dua titik, yakni sekitar 10 hektare berada di Kelurahan Kasepuhan dan lebih dari 20 hektare berada di Desa Depok.

Hasil panen dari varietas unggulan ini pun menunjukkan angka yang sangat menggembirakan. Melalui metode pengukuran ubinan yang telah dilakukan, produktivitas padi biosalin di Kabupaten Batang mampu menghasilkan minimal 6 hingga 7 ton per hektare. Angka ini membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya tidak produktif akibat air rob, kini dapat kembali memberikan hasil yang optimal bagi para petani.

Keberlanjutan program ini juga menjadi fokus utama pemerintah. Ke depannya, hasil panen padi biosalin tidak hanya dikomersialkan sebagai beras konsumsi, tetapi sebagian akan dijadikan sebagai benih unggulan. Benih hasil panen riset ini rencananya akan didistribusikan dan diterapkan di wilayah-wilayah sawah lain yang juga menghadapi kendala serupa akibat dampak rob.

Dari segi kualitas, beras hasil varietas biosalin ini diakui memiliki keistimewaan tersendiri. Nasi yang dihasilkan dari padi ini memiliki cita rasa yang lebih gurih dan nikmat dibandingkan dengan nasi pada umumnya. Masyarakat yang berminat untuk mencoba kualitas beras biosalin dapat membelinya secara langsung melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berada di wilayah Kelurahan Kasepuhan.

Bapperida Kabupaten Batang berharap, keberhasilan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga riset, dan BUMN ini dapat terus dikembangkan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani di pesisir Kabupaten Batang yang selama ini berjuang melawan dampak perubahan iklim dan abrasi.